Iklan Horizontal

Setiap Kesulitan Pasti Ada Kemudahan

 


Kesulitan Pasti Pernah Dialami Semua Orang

Dalam setiap kesulitan pasti ada kemudahan, karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. 

Dalam kehidupan, setiap orang pasti menghadapi berbagai masalah, baik kecil maupun besar. 

Tua dan muda, kaya dan miskin, laki - laki maupun perempuan, baik yang bangsawan maupun rakyat biasa, yang di kota maupun yang di desa pasti berpotensi mengalami kesulitan. 

Kesulitan itu juga beragam, ada kesulitan berupa utang piutang yang banyak, ada yang berupa dalam kondisi pengangguran. Ada berupa musibah bencana alam seperti banjir bandang atau gempa bumi, ada berupa sakit penyakit yang tidak kunjung sembuh dan lain sebagainya. 

Sebagai orang Kristen, kita percaya bahwa tidak ada kesulitan yang tidak dapat diselesaikan bersama TUHAN.

Keyakinan ini bukanlah sesuatu yang omong kosong, melainkan didasarkan pada janji - janji TUHAN yang tertulis dalam Alkitab.

TUHAN telah menyediakan jalan keluar untuk setiap persoalan yang kita hadapi, asalkan kita berserah dan percaya kepada TUHAN.

Apakah Anda berkecil hati dan putus asa ketika mengalami kesulitan?

Ayub berkata: “Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan.” (Ayub 14:1). 

Hal yang sama juga diungkapkan Raja Salomo dalam kitab Pengkhotbah : “Apa faedahnya yang diperoleh manusia dari segala usaha yang dilakukannya dengan jerih payah di bawah matahari dan dari keinginan hatinya? Seluruh hidupnya penuh kesedihan dan pekerjaannya penuh kesusahan hati, bahkan pada malam hari hatinya tidak tentram. Inipun sia-sia.” (Pengkhotbah 2:22-23). 

Ayat-ayat Firman TUHAN ini, sepertinya hendak memberitahukan kepada semua umat Kristen bahwa kita sekarang ini hidup pada suatu dunia yang penuh kesulitan dan beban hidup yang berat. Ayat - ayat tadi juga mengingatkan umat Kristen  bahwa penderitaan yang membuat kesulitan mengintai kehidupan semua orang selama hidupnya. 

Kesulitan hidup ada di mana-mana, di setiap waktu yang tanpa kita undang bisa datang menghampiri hidup kita.


TUHAN Adalah Sumber Segala Kemudahan

Mata manusia diciptakan TUHAN untuk melihat, tapi mengapa ada orang - orang buta? Telinga diciptakan untuk mendengar tetapi mengapa ada orang-orang tuli? 

Tangan diciptakan untuk dipakai bekerja, tetapi penyakit membuat anggota tubuh itu lumpuh dan tidak berguna lagi. 

Paru paru diciptakan untuk bernafas, tetapi diserang penyakit bronkitis dan pneumonia dan membuatnya tidak berfungsi. 

Otak diciptakan untuk berpikir, tetapi ada saja orang yang menderita kerusakan otak. 

Semua ini membuktikan bahwa kesulitan - kesulitan yang ada tersebut yang membuat hidup banyak masalah ada di mana-mana, ada di sekitar kita, dan tidak memandang umur manusia. 

Bukan saja penderitaan dapat terjadi pada fisik manusia, melainkan terdapat juga pada mental atau kejiwaan manusia. Ada harapan-harapan dan impian - impian yang hebat dan luar biasa, tetapi kandas dan berantakan sebelum menjadi kenyataan. Walaupun yang bersangkutan hidupnya berkenan kepada TUHAN, seperti apa yang diungkapkan dalam kitab Ibrani. “Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan. 

Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang : mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. 

Dunia ini tidak layak bagi mereka, mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua - gua dan celah - celah gunung. 

Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan suatu kesaksian yang baik.” (Ibrani 11:36-39). 

Semua keluarga, teman - teman dekat kita, yang mengenal kita bertahun-tahun, tanpa kita sadari dapat mengkhianati kita saat menghadapi waktu - waktu krisis keuangan. 

Mereka hanya menjadi teman hanya pada waktu keadaan senang, dan tidak menjadi teman atau sahabat pada waktu keadaan susah. 

Meskipun sebenarnya seorang sahabat adalah seorang yang tetap setia dalam keadaan dan situasi apapun.

Seperti yang dikatakan dalam kitab Amsal, “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” (Amsal 17:17). 

Ada suami atau isteri yang tidak setia, ada anak - anak yang mendatangkan malu pada keluarga dan banyak lagi berbagai potret kehidupan yang tidak menggembirakan. 

Jikalau kita melihat berbagai kejadian - kejadian yang membuat hidup mengalami kesulitan, maka akan timbul pertanyaan - pertanyaan, berikut ini :  

- Mengapa ada misteri dalam penderitaan? 

- Apakah tidak ada TUHAN? 

- Kalau memang TUHAN ada, mengapa TUHAN seolah - olah tidak peduli? 

- Mengapa kesulitan itu terus ada?

- Katanya di balik kesulitan ada kemudahan, tapi dimana kemudahan itu?

- Apakah memang dunia ini ibarat sebuah lembah kekelaman yang membuat air mata tidak berhenti?

Pertanyaan-pertanyaan di atas “adalah pertanyaan wajar yang mewakili banyaknya pertanyaan mengapa sesuatu terjadi membuat banyak kesulitan? 

Dan jika kita mau mencatatnya, masih banyak lagi pertanyaan lain yang berkaitan dengan kesulitan dan penderitaan, yang timbul dalam pikiran manusia dari berbagai usia. 

Di dalam Mazmur 46:2 mengatakan : “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.”

Ayat ini merupakan ayat emas bagi banyak orang Kristen  yang mengingatkan kita bahwa TUHAN adalah sumber kekuatan dan perlindungan kita. 

Ketika kita merasa sedang kalut, bingung, atau tidak tahu apa yang harus dilakukan, kita bisa datang kepada TUHAN dalam doa.

Sebagai Penolong dalam kesesakan merupakan gambaran kemudahan yang TUHAN perkenalkan kepada manusia yang mengalami kesulitan 

Dan TUHAN akan memberikan hikmat serta kekuatan untuk menghadapi setiap kesulitan yang sedang kita alami.

TUHAN tidak pernah menjanjikan bahwa hidup akan bebas dari masalah. 

Sebaliknya, TUHAN Yesus berkata dalam Yohanes 16:33, “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Ayat ini memberikan penghiburan bahwa sekalipun kita menghadapi tantangan, Yesus telah mengalahkan dunia dan berkuasa atas segala sesuatu.


Doa dan Iman Membuka Jalan

Salah satu cara untuk menemukan kemudahan atas kesulitan adalah melalui doa.

Yakobus 5:16 mengatakan, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”
Ketika kita berdoa, kita mengundang TUHAN untuk bekerja dalam hidup kita.

Namun setiap orang Kristen harus mengerti bahwa di dalam doa juga harus disertai dengan iman. 

Dalam Ibrani 11:6 disebutkan bahwa tanpa iman, tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.
Iman memungkinkan kita percaya bahwa TUHAN mendengar doa kita dan akan memberikan jalan keluar terbaik, meskipun mungkin berbeda dari yang kita harapkan.

Tidak mungkin seseorang yang mengalami kesulitan mandapatkan kemudahan tanpa doa.

Tidak mungkin seorang benar disempurnakan tanpa doa, dan tak mungkin seorang percaya mendapatkan apa yang ia inginkan dan perlukan tanpa melalui doa. Doa raja Salomo yang terdapat dalam kitab pertama Raja - Raja 8:23-53, merupakan doa yang terpanjang dalam Alkitab. Sebaliknya doa yang terpendek, adalah doa Simon Petrus, murid TUHAN Yesus yang terdapat dalam kitab Matius 14:30. 

Praktek doa yang dilakukan para Nabi dan para rasul sebagaimana diungkapkan dalam Alkitab, sangat luar biasa. 

Mereka berdoa untuk mendapatkan kegerakan rohani. “Jiwaku melekat kepada debu, hidupkanlah aku sesuai dengan firmanMu.” (Mazmur 119:25).

Mereka berdoa untuk hikmat dan pengertian. “Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titahMu, supaya aku merenungkan perbuatan - perbuatanMu yang ajaib.” (Mazmur 119:27).

Berdoa untuk mendapatkan kekuatan iman, supaya mampu menghadapi segala tantangan kehidupan yang membuat hati berdukacita.

"Jiwaku menangis karena duka hati, teguhkanlah aku sesuai dengan fimanMu.” (Mazmur 119:28). 

Mereka berdoa supaya jangan langkah hidup ini disesatkan oleh apapun. 

“Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan . karuniakanlah aku TauratMu.” (Mazmur 119:29). 

Mereka berdoa supaya sukses dan bukan kegagalan yang didapat dalam meraih segala cita - cita. “Aku telah berpaut pada peringatan-peringatanMu, ya TUHAN, janganlah membuat aku malu.” (Mazmur 119:31). 

Mereka tidak saja berdoa bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain, bahkan mereka menggerakkan roda sejarah melalui doa. 

Sebagai contoh : Musa menyelamatkan bangsanya dari kehancuran melalui doa (Keluaran 32). 

Elia menghancurkan kesesatan Nabi-Nabi palsu melalui doa (1 Raja-raja18). 

Nehemia menyelamatkan bangsanya dari cela dan kesukaran melalui doa (Nehemia 1). 

Ester menyelamatkan bangsanya dari musuh yang hendak melenyapkan mereka melalui doa (Ester 4:15-17). 

Daniel meyakinkan bangsanya akan kelepasan mereka dari Babilonia melalui doa Daniel 9. 

Para tokoh Alkitab telah memberikan pelajaran berharga dengan prinsip - prinsip yang hebat mengenai doa

Mereka berdoa bagi orang - orang yang mengalami kesulitan meskipun kesulitan karena akibat dari melakukan dosa dan kejahatan.

Para nabi berdoa kepada TUHAN bukan memohon penghajaran, hukuman dan kutukan. Mereka berdoa memohon berkat, pemulihan dan anugerah walaupun mereka yang didoakan itu berdosa dan memberontak kepada Allah.

Para nabi berdoa dengan sungguh - sungguh dan rela membayar harga dengan berpuasa, berkabung dengan kain kabung dan abu di kepala. 

Mereka rela mempertaruhkan nyawa mereka asalkan doa mereka dijawab, mereka berdoa menurut kehendak Allah dan bukan menurut kehendak mereka sendiri. 

Mereka berdoa bagi kepentingan Allah dan kemuliaanNya, bukan untuk kemegahan diri. 

Mereka begitu yakin akan jawaban atas semua doa yang dipanjatkan kepada Allah. 

"Ya Allahku, arahkanlah telingaMu dan dengarlah, bukalah mataMu dan lihatlah kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan namaMu, sebab kami menyampaikan doa permohonan kami ke hadapanMu bukan berdasarkan jasa - jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayangMu yang berlimpah - limpah.” (Daniel 9:18). 

Selain para nabi yang menjadi teladan doa, TUHAN Yesus Kristus adalah guru doa yang sejati. TUHAN Yesus hidup dalam suasana doa, Ia tekun dalam berdoa. “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, la bangun dan pergi ke luar. la pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” (Markus 1:35). 

la berdoa saat dibaptis, la berdoa saat menghadapi tantangan dan kesulitan.

 la berdoa saat Ia dicobai, Ia berdoa sebelum memilih muridmuridNya, Ia berdoa saat Ia dimuliakan di gunung Tabor, Ia berdoa sebelum la menyerahkan diriNya menjadi tebusan bagi dosa dunia dan la berdoa saat tergantung di kayu salib. KalimatNya yang terakhir sebelum Ia mati di kayu salib adalah kalimat doa. 

Murid-muridNya menyaksikan kehidupan doaNya, mereka menyadari Dialah Guru doa. KepadaNya mereka berkata : “,. Tuhan, ajarlah kami berdoa .” (Lukas 11:1). “ 

Gereja mula-mula adalah Gereja doa, gereja yang kesukaannya adalah berdoa, dan doa merupakan acara utama mereka. Perhatikan doa mereka setelah kelepasan para hamba TUHAN mereka dari penjara. “Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan para imam kepala dan tua-tua kepada mereka. Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: Ya TUHAN, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.” (Kisah Para Rasul 4:23-24). 

Berbagai kesulitan dan masalah hidup yang mewarnai banyak gereja sekarang ini terjadi karena mereka kurang berdoa. 


Hikmat Dari Firman TUHAN

Alkitab adalah panduan hidup yang memberikan hikmat dan arahan. 

Dalam 2 Timotius 3:16-17, dinyatakan bahwa seluruh Kitab Suci diilhamkan oleh Allah dan berguna untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik orang dalam kebenaran. 

Ketika kita menghadapi kesulitan di dalam hidup ini, Firman TUHAN sering kali memberikan jawaban atau perspektif baru yang tidak kita pikirkan sebelumnya.

Misalnya, saat kita menghadapi konflik dengan orang lain, Firman TUHAN mengajarkan tentang pengampunan (Matius 6:14-15) dan kasih (1 Korintus 13). 

Dengan merenungkan Firman TUHAN, kita dapat menemukan jalan keluar yang sesuai dengan kehendak Allah.


Temukan Relationship Dalam Kerohanian Sebagai Pendukung

TUHAN juga sering memberikan solusi melalui orang - orang di sekitar kita, terutama komunitas Kristen. 

Dalam Galatia 6:2, kita diperintahkan untuk saling menanggung beban.
Komunitas Kristen, seperti keluarga gereja, dapat menjadi tempat di mana kita mendapatkan dukungan, nasihat, dan doa bersama.

Berbagi masalah dengan sesama saudara seiman membantu kita merasa didengar dan dikuatkan.

 TUHAN sering memakai orang lain untuk menjadi saluran berkat dan menjadi jawaban bagi banyak orang.


TUHAN Selalu Memberikan Jalan Keluar

Allah tidak pernah membiarkan umat-Nya terjebak tanpa jalan keluar. 

Dalam 1 Korintus 10:13, Paulus menulis, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. 

Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Ayat ini menegaskan bahwa setiap masalah yang kita hadapi pasti ada solusinya. 

TUHAN tahu batas kemampuan kita dan akan menyediakan jalan keluar yang terbaik.

Sebagai orang Kristen, kita percaya bahwa tidak ada masalah yang terlalu besar untuk TUHAN. 

Kuncinya adalah datang kepada-Nya dengan hati yang berserah, berdoa dengan iman, dan mencari hikmat melalui Firman TUHAN. 

Dalam setiap tantangan, TUHAN sedang bekerja untuk membentuk kita menjadi lebih kuat dan lebih bergantung kepada TUHAN.

Percayalah, dalam setiap kesulitan akan selalu ada kemudahan di dalam TUHAN. 

Apapun yang Anda hadapi hari ini, datanglah kepada TUHAN dengan penuh keyakinan, karena TUHAN adalah TUHAN yang setia dan selalu menyediakan jalan keluar bagi seluruh umat TUHAN.


0 Response to "Setiap Kesulitan Pasti Ada Kemudahan"

Post a Comment

Selamat datang di website Kristen Punya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Persegi

Iklan Tengah Artikel 2

script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8166554209669713" crossorigin="anonymous">

Iklan Bawah Artikel